LiputanBerita.TK - Kasus penganiayaan seorang orang tua murid terhadap seorang guru masih di selidiki oleh pihak kepolisian. Hingga Kamis (11/8), Proses penyelidikan ini masih bergulir di Polsekta Tamalate Makassar.
Menurut kabar terbaru yang diperoleh Kriminalitas.com, kini Adnan Ahmad balik melaporkan Dasrul, guru anaknya yang ia jotos bersama anaknya MAS, siswa SMK 2, itu.
“Saya juga sudah lapor guru itu, karena dia lebih dulu menampar dua kali anak saya. Sudah ada juga visumnya dari dokter. Kita liat saja nanti, kalau dia lanjutkan saya juga lanjutkan,” Kata Adnan Ahmad kepada Liputanberita.TK, Rabu (10/8), saat ditemui di kantor Polsekta Tamalate.
Adnan juga mengakui, kalau ia menjotos wajah Dasrul satu kali hingga berlumuran darah, akibat benturan cincin yang ia gunakan tepat kena hidung Darus. Itu pun sudah di luar kelas, bukan di dalam kelas, tanpa menjelaskan kalau anaknya juga ikut menjotos wajah Darus.
“Memang saya pukul satu kali hingga mengeluarkan darah dari hidungnya, karena cincinku yang kena hidungnya. Itupun di luar kelas, karena saya kesal saat saya bertanya salah apa anakku hingga ditampar, ia tidak menjawab malah menantang saya. Hingga gerakan refleks itulah saya jotos wajah Darus satu kali,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan kedua belah pihak, penyidik Polsekta Tamalate belum bisa menyimpulkan hasilnya, karena belum mengambil keterangan dari saksi pendukung.
“Kesimpulan malam ini, keduanya bisa saksi bisa korban dan bisa korban bisa saksi. Darus bisa tersangka karena lebih dulu menampar MAS, sementara Adnan Ahmad bersama anaknya bisa juga jadi tersangka karena menganiaya dan mengeroyok Darus,” kata Ipda Sugiman Panit 1 serse Polsekta Tamalate.
Seperti yang dikabarkan ole Kriminalitas.com sebelumnya, Dasrul yang adalah seorang guru di SMK 2 Makassar menjadi korban pengeroyokan, Rabu (10/8). Ia disebutkan dipukuli oleh salah seorang anak muridnya bernama MAS, bersama dengan ayahnya, Adnan Ahmad.
Dasrul mengatakan bahwa dirinya meminta MAS untuk keluar dari kelas. Alasannya, muridnya tersebut kerap keluar-masuk kelas, padahal pelajaran sedang berlangsung. Tetapi karena MAS tidak mendengarkan, maka Dasrul pun menampar wajahnya sebanyak dua kali.
MAS yang tak terima dengan perlakuan tersebut langsung menelepon Adnan Ahmad, ayahnya lewat telepon. Singkat cerita, pasangan anak dan ayah tersebut langsung mendatangi Dasrul dan mengeroyoknya di lorong sekolah SMK Negeri 2, Makassar.
Hingga saat ini, kasus penganiayaan ini masih diselidiki oleh petugas Polsekta Tamalate Makassar.
Menurut kabar terbaru yang diperoleh Kriminalitas.com, kini Adnan Ahmad balik melaporkan Dasrul, guru anaknya yang ia jotos bersama anaknya MAS, siswa SMK 2, itu.
“Saya juga sudah lapor guru itu, karena dia lebih dulu menampar dua kali anak saya. Sudah ada juga visumnya dari dokter. Kita liat saja nanti, kalau dia lanjutkan saya juga lanjutkan,” Kata Adnan Ahmad kepada Liputanberita.TK, Rabu (10/8), saat ditemui di kantor Polsekta Tamalate.
Adnan juga mengakui, kalau ia menjotos wajah Dasrul satu kali hingga berlumuran darah, akibat benturan cincin yang ia gunakan tepat kena hidung Darus. Itu pun sudah di luar kelas, bukan di dalam kelas, tanpa menjelaskan kalau anaknya juga ikut menjotos wajah Darus.
“Memang saya pukul satu kali hingga mengeluarkan darah dari hidungnya, karena cincinku yang kena hidungnya. Itupun di luar kelas, karena saya kesal saat saya bertanya salah apa anakku hingga ditampar, ia tidak menjawab malah menantang saya. Hingga gerakan refleks itulah saya jotos wajah Darus satu kali,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan kedua belah pihak, penyidik Polsekta Tamalate belum bisa menyimpulkan hasilnya, karena belum mengambil keterangan dari saksi pendukung.
“Kesimpulan malam ini, keduanya bisa saksi bisa korban dan bisa korban bisa saksi. Darus bisa tersangka karena lebih dulu menampar MAS, sementara Adnan Ahmad bersama anaknya bisa juga jadi tersangka karena menganiaya dan mengeroyok Darus,” kata Ipda Sugiman Panit 1 serse Polsekta Tamalate.
Seperti yang dikabarkan ole Kriminalitas.com sebelumnya, Dasrul yang adalah seorang guru di SMK 2 Makassar menjadi korban pengeroyokan, Rabu (10/8). Ia disebutkan dipukuli oleh salah seorang anak muridnya bernama MAS, bersama dengan ayahnya, Adnan Ahmad.
Dasrul mengatakan bahwa dirinya meminta MAS untuk keluar dari kelas. Alasannya, muridnya tersebut kerap keluar-masuk kelas, padahal pelajaran sedang berlangsung. Tetapi karena MAS tidak mendengarkan, maka Dasrul pun menampar wajahnya sebanyak dua kali.
MAS yang tak terima dengan perlakuan tersebut langsung menelepon Adnan Ahmad, ayahnya lewat telepon. Singkat cerita, pasangan anak dan ayah tersebut langsung mendatangi Dasrul dan mengeroyoknya di lorong sekolah SMK Negeri 2, Makassar.
Hingga saat ini, kasus penganiayaan ini masih diselidiki oleh petugas Polsekta Tamalate Makassar.


0 comments:
Post a Comment