LiputanBerita.TK - Warga sekitar perairan Kodingareng digegerkan dengan suara ledakan keras dari sebuah kapal nelayan, Selasa (9/8), sore kemarin. Ledakan yang sangat keras itu pun menjadi tontonan para warga sekitar sembari menyelamatkan awak kapal yang menjadi korban.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera, membenarkan adanya ledakan kapal nelayan sekitar pukul 16.30 WITA, Selasa (9/8) kemarin. Penyebabnya tak lain adalah bom ikan yang dibawa ketiga nelayan untuk menangkap ikan.
“Penyebabnya Bom ikan, kemungkinan bomnya meledak duluan sebelum dipasang. Pihak Polsek Ujung Tanah masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian,” katanya.
Akibat kejadian itu, satu orang meninggal atas nama Sudarman (35) yang merupakan warga Makassar. Nahasnya, mayat Sudarman belum dapat ditemukan karena terbawa arus ombak.
Sedangkan kedua rekannya, Baharuddin (35) dan Supriadi mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Saat ditemukan, Baharuddin mengalami luka patah dan hancur pada kedua kakinya. Sementara itu Supriadi mengalami luka bakar di sekujur tubuh.
“Baharuddin ini merupakan juragan ikan, kedua korban sementara menjalani operasi dan dirawat di rumah Sakit Stella Maris Makassar,” tandas Frans.
“Penyebabnya Bom ikan, kemungkinan bomnya meledak duluan sebelum dipasang. Pihak Polsek Ujung Tanah masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian,” katanya.
Akibat kejadian itu, satu orang meninggal atas nama Sudarman (35) yang merupakan warga Makassar. Nahasnya, mayat Sudarman belum dapat ditemukan karena terbawa arus ombak.
Sedangkan kedua rekannya, Baharuddin (35) dan Supriadi mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Saat ditemukan, Baharuddin mengalami luka patah dan hancur pada kedua kakinya. Sementara itu Supriadi mengalami luka bakar di sekujur tubuh.
“Baharuddin ini merupakan juragan ikan, kedua korban sementara menjalani operasi dan dirawat di rumah Sakit Stella Maris Makassar,” tandas Frans.

0 comments:
Post a Comment